Agar Lamaran Kerja Diterima, Hindari 3 Hal Ini

SHARE  

Suasana bursa kerja di Jakarta Job Fair gelombang ke-3 di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (12/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean kristianto) Foto: Suasana bursa kerja di Jakarta Job Fair gelombang ke-3 di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (12/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia – Para pencari kerja perlu menghidari hal-hal yang berpotensi gagal dalam melamar pekerjaan. Bedasarkan situs mencari kerja Monster, sepanjang Januari 2024, sebesar 95% orang sedang mencari pekerjaan baru tahun ini.

Sayangnya, lebih dari separuhnya atau sebesar 68% orang merasa akan sulit mendapatkan pekerjaan karena kondisi ekonomi saat ini.

Mengutip CNBC Indonesia, meskipun peluang mendapatkan kerja cukup menantang, ada beberapa cara yang dapat dihindari. Menurut mantan perekrut Amazon yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan pembinaan karier Talent Paradigm, Lindsay Mustain mengatakan, ada sesuatu yang disebut perilaku mencari validasi, alias putus asa.

Baca: BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Lulusan D3, Daftar Now!

Perilaku tersebut akan mendatangkan energi negatif karena dapat mengusir peluang. Sehingga, para pencari kerja sebaiknya menghindari 3 hal ini.

1. Jangan melamar ke sebuah perusahaan berulang kali

Hindari melamar pekerjaan di perusahaan secara berulang-ulang, terutama dalam waktu singkat. Mustain memandang pada pelamar yang sudah melamar 20 kali dalam dua tahun terakhir dan belum dipekerjakan masuk dalam daftar blacklist karena dianggap ada yang salah dengan kandidat tersebut sehingga mereka belum juga dipekerjakan sampai saat ini.

Terlepas dari seberapa cocoknya Anda dengan pekerjaan itu, perekrut kemungkinan tidak akan meluangkan waktu untuk menyelidiki CV Anda lebih jauh.

“Ini adalah bagaimana Anda bisa masuk dalam daftar hitam,” katanya.

Cobalah untuk membatasi lamaran internal hingga maksimal lima posisi yang sangat sesuai dengan Anda di perusahaan.

2. Jangan gunakan spanduk ‘terbuka untuk bekerja’ di LinkedIn

Baca: Pengguna Bayar Buat Dapat Kerja, LinkedIn Cuan Rp 26 T

Memasang status “terbuka untuk bekerja” di LinkedIn sebaiknya dihindari. Sebab, hal itu menginformasikan bahwa sang pelanar sangat membutuhkan pekerjaan. Perekrut aman beranggapan bahwa Anda mungkin tidak pilih-pilih dalam hal peluang kerja.

Hal itu juga memberi anggapan bahwa Anda tidak berfokus pada kemanuan karir atau memikirkan cara yang terukur yang membantu Anda meningkatkan keterampilan dan menjadi lebih baik.

“Hal ini mengurangi kesan sebagai kandidat berkaliber tinggi,” katanya.

Sementara, CEO dari pasar talenta Continuum dan mantan perekrut Google, Nolan Church juga mengatakan hal yang senada. Menggunakan spanduk “terbuka untuk bekerja” di LinkedIn terkesan sang kandidiat berputus asa.

“benar-benar terasa seperti keputusasaan bagi manajer perekrutan,” katanya kepada CNBC Make It.

“Ini seperti meminta selebaran di sudut jalan,” kata Mustain.

3. Jangan terlihat ‘sangat terluka dan sakit hati’ di media sosial

Terakhir, jika Anda sedang menganggur, jangan memposting status pengangguran Anda di media sosial, terutama jika Anda cenderung melakukannya karena sakit hati. Mustain memberikan contoh postingan seperti berikut ini:

“Saya baru saja di-PHK dan saya memiliki dua anak di rumah dan saya sangat membutuhkan pekerjaan lain, sesegera mungkin. Jadi, jika Anda bisa mengenalkan saya pada setiap orang yang Anda kenal yang memiliki lowongan pekerjaan, saya akan sangat berterima kasih.”

Meskipun menyedihkan dan mengundang simpati, orang-orang yang mengunggah status-status seperti itu “terlihat sangat terluka dan sakit hati,” katanya.

Mereka “menumpahkan darah di media sosial.” Pada akhirnya, mereka menunjukkan kelemahan dengan cara yang sama seperti orang-orang yang memasang spanduk “terbuka untuk bekerja” di profil LinkedIn mereka. Sudah jelas mereka membutuhkan sesuatu.

Postingan seperti itu “mengusir orang karena mereka tidak datang dari tempat yang kuat,” kata Mustain.

Sebaliknya, jika Anda baru saja di-PHK dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Anda sedang mencari peluang baru, cobalah membingkai situasi ini sebagai sebuah awal yang baru atau kesempatan untuk berkembang dan bagikan contoh konkret dari kontribusi dan kesuksesan Anda di masa lalu.

Anda juga dapat membagikan apa yang telah Anda pelajari dan bagaimana pengalaman Anda telah membekali Anda untuk menghadapi tantangan di masa depan.

“Semua ini menunjukkan kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang berpandangan ke depan kepada calon pemberi kerja,” katanya.

“Ingatlah Anda tidak membutuhkan pekerjaan apa pun. Anda menginginkan https://sebelumnyaada.com/pekerjaan yang baik,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*